Senin, 29 November 2010
Karena kebiasaan dan pengetahuan tentang peradaban kuno menjadi lebih kompleks, banyak keterampilan akan belajar dari orang yang berpengalaman pada pekerjaan, di peternakan, pertanian, perikanan, persiapan dan pengawetan makanan, konstruksi, pekerjaan batu, pekerjaan logam, bangunan kapal , pembuatan senjata dan pertahanan, keterampilan militer dan pekerjaan lainnya.
Dengan perkembangan penulisan, menjadi mungkin untuk cerpen, puisi, pengetahuan, kepercayaan, dan adat untuk dicatat dan diteruskan lebih akurat kepada orang-orang di luar jangkauan pendengaran dan untuk generasi mendatang. Dalam banyak masyarakat, penyebaran melek huruf lambat; oralitas dan buta aksara tetap dominan untuk banyak penduduk selama berabad-abad dan bahkan ribuan tahun. Melek dalam masyarakat praindustri dikaitkan dengan administrasi sipil, hukum, perdagangan jarak jauh atau perdagangan, dan agama.Sebuah sekolah formal dalam keaksaraan sering hanya tersedia untuk sebagian kecil penduduk, baik di lembaga keagamaan atau untuk kaya yang mampu membayar untuk para pengajar mereka.. Universitas dikenal paling awal, atau tempat pendidikan tinggi, mulai mengajar milenium atau lebih yang lalu.
Universal pendidikan semua anak di keaksaraan telah menjadi perkembangan baru, tidak terjadi di banyak negara sampai setelah 1850 Masehi. Bahkan saat ini, di beberapa bagian dunia, tingkat melek huruf di bawah 60 persen (misalnya, di Afghanistan, Pakistan, Bangladesh). Sekolah, perguruan tinggi dan universitas belum satu-satunya metode pendidikan formal dan pelatihan. Banyak profesi memiliki persyaratan pelatihan tambahan, dan di Eropa, dari Abad Pertengahan sampai waktu terakhir, keterampilan dari perdagangan tidak umumnya belajar di ruang kelas, melainkan dengan melayani magang.
Saat ini, pendidikan formal terdiri dari sistematis, pengajaran instruksi dan pelatihan oleh guru profesional. Ini terdiri dari penerapan pedagogi dan pengembangan kurikulum.
Senin, 18 Januari 2010
protein
Protein merupakan suatu zat makanan yang sangat penting agi tubuh. Istilah protein yan berarti “to take first place” yang berarti menduduki tempat yang terutama. Mulder pakar kimia dari belanda pada tahun 1938 berhasil mengisolasi susunan tubuh yang mengandung nitrogen dan menamakannya protein yang terdiri dari satuan dasarnya yaitu asam amino. Berdasarkan pngertian tersebut berarti protein tersusun oleh suatu rantai panjang asam-asam amino yang saling berhubungan oleh adanya ikatan peptide, yang terbentuk atas gugusan karboksil suatu asam amino dengan gugusan aminoasam amino lainnya.
a. Klasifikasi Protein berdasarkan fungsinya
Berdasarkan fungsi biologisnya protein diklasifikasikan menjadi 8 golongan, yaitu:
1. Enzim
2. Protein pembangun
3. Protein kontraktil
4. Protein pengangkut
5. Protein pengatur
6. Protein bersifat racun
7. Protein pelindung
8. Protein cadangan
b. Klasifikasi Protein menurut strukturnya
1. protein fibrosa
2. protein globulair
c. Klasifikasi protei menurut daya kelarutannya
1. Albumin: protein yang dapat larut dalam air, dan dapat dipresipitatkan dari larutan pada konsentrasi garam ang tinggi.
2. Globulin: protein ini umumnya tidak melarut dalam air yang basa garam, dan dapat melarut dalam larutan garam encer.
3. Glutelin :protei yang tidak dapat melarut dalam larutan netral, tetapi melarut dalam asam atau alkali encer.
4. Prolamine : protein yang melarut dalam 70-80% etanol dan tidak melarut dalam air atau etanol absolute.
Contoh: gliadin (dalam gandum), hordein (dalam barley), dan zein (dalam jagung).
Karakteristik Siswa Sekolah Dasar
Menurut Erikson perkembangan psikososial pada usia enam sampai pubertas, anak mulai memasuki dunia pengetahuan dan dunia kerja yang luas. Peristiwa penting pada tahap ini anak mulai masuk sekolah, mulai dihadapkan dengan tekhnologi masyarakat, di samping itu proses belajar mereka tidak hanya terjadi di sekolah.
Sedang menurut Thornburg (1984) anak sekolah dasar merupakan individu yang sedang berkembang, barang kali tidak perlu lagi diragukan keberaniannya. Setiap anak sekolah dasar sedang berada dalam perubahan fisik maupun mental mengarah yang lebih baik. Tingkah laku mereka dalam menghadapi lingkungan sosial maupun non sosial meningkat. Anak kelas empat, memilki kemampuan tenggang rasa dan kerja sama yang lebih tinggi, bahkan ada di antara mereka yang menampakan tingkah laku mendekati tingkah laku anak remaja permulaan.
Menurut Piaget ada lima faktor yang menunjang perkembangan intelektual yaitu : kedewasaan (maturation), pengalaman fisik (physical experience), penyalaman logika matematika (logical mathematical experience), transmisi sosial (social transmission), dan proses keseimbangan (equilibriun) atau proses pengaturan sendiri (self-regulation ) Erikson mengatakan bahwa anak usia sekolah dasar tertarik terhadap pencapaian hasil belajar.
Mereka mengembangkan rasa percaya dirinya terhadap kemampuan dan pencapaian yang baik dan relevan. Meskipun anak-anak membutuhkan keseimbangan antara perasaan dan kemampuan dengan kenyataan yang dapat mereka raih, namun perasaan akan kegagalan atau ketidakcakapan dapat memaksa mereka berperasaan negatif terhadap dirinya sendiri, sehingga menghambat mereka dalam belajar. Piaget mengidentifikasikan tahapan perkembangan intelektual yang dilalui anak yaitu : (a) tahap sensorik motor usia 0-2 tahun, (b) tahap operasional usia 2-6 tahun, (c) tahap opersional kongkrit usia 7-11 atau 12 tahun, (d) tahap operasional formal usia 11 atau 12 tahun ke atas.
Berdasarkan uraian di atas, siswa sekolah dasar berada pada tahap operasional kongkrit, pada tahap ini anak mengembangkan pemikiran logis, masih sangat terikat pada fakta-fakta perseptual, artinya anak mampu berfikir logis, tetapi masih terbatas pada objek-objek kongkrit, dan mampu melakukan konservasi.
Minggu, 10 Januari 2010
KAITAN SDA DENGAN SUMBERDAYA EKONOMI
Dalam hidupnya, manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhannya. Kegiatan manusia
dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya disebut dengan kegiatan ekonomi. Sumber
daya alam berkaitan dengan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi memanfaatkan
keberadaan sumber daya alam. Berikut adalah beberapa kegiatan ekonomi yang
memanfaatkan sumber daya alam.
1.PERTANIAN
Kesuburan tanah Indonesia baik
digunakan untuk kegiatan pertanian.
Indonesia dikenal sebagai negara
agraris. Oleh karena sebagian besar
penduduk bekerja di bidang pertanian.
Kegiatan pertanian berguna untuk
menyediakan kebutuhan pangan.
Tanaman yang diusahakan dalam
kegiatan pertanian, antara lain padi,
jagung, sayur mayur, dan sebagainya.
Penduduk juga menanami jagung dan
palawija. Produksi palawija diolah
menjadi makanan pelengkap. Contohnya,
jagung dibuat keripik. Ada pula produksi hortikultura yang ditanam di pekarangan rumah.
Hasilnya berupa buah-buahan, cabai, tomat, dan sebagainya
2.PERKEBUNAN
Kegiatan perkebunan juga memanfaatkan kesuburan tanah. Perkebunan yang ada di
Indonesia diusahakan oleh perorangan dan pemerintah. Hasil perkebunan di Indonesia
berupa kopi, teh, kelapa sawit, tebu, karet, kopra, dan sebagainya. Beberapa hasil tanaman
perkebunan itu ada yang dijadikan barang ekspor. Ekspor hasil pertanian tersebut
menghasilkan devisa bagi negara. Perkebunan dapat dikelola rakyat maupun swasta. Dalam
pengelolaan perkebunan dikenal Perkebunan Inti Rakyat (PIR). PIR banyak ditemui di Pulau
Sumatra.
3. Peternakan
Kegiatan peternakan
banyak diusahakan di Indonesia.
Peternakan mempunyai
peranan penting
dalam meningkatkan kesejahteraan
rakyat. Selain itu,
peternakan dapat menambah
penghasilan rakyat. Jenis
hewan ternak di Indonesia
cukup banyak. Hewan ternak
itu, antara lain sapi, kerbau,
kambing, ayam, burung, dan
sebagainya. Hewan ternak
tersebut umumnya menghasilkan
daging, susu, telur,
kulit, dan sebagainya.
4. Perikanan
Sebagian besar wilayah Indonesia berupa perairan. Perairan tersebut meliputi perairan
darat maupun laut. Kegiatan perikanan yang dilakukan di Indonesia meliputi perikanan darat
dan laut.
a. Perikanan darat
Usaha perikanan ini dilakukan di
perairan darat, seperti sungai, danau, kolam
dan empang. Jenis ikan yang dibudidayakan
adalah ikan mas, gurame, mujahir, tawas, lele,
dan sebagainya.
b. Perikanan laut
Wilayah perairan laut Indonesia yang luas
berpotensi menghasilkan ikan yang melimpah.
Jenis ikan laut yang ditangkap adalah tongkol,
tuna, bawal, kembung, teri dan sebagainya.
Saat ini tengah dikembangkan perikanan di
tambak pantai. Hal ini telah dilakukan di pantai
utara Jawa dan pantai timur Sumatra.
Hasilnya meliputi kerang, udang, dan rumput
laut.
5. Kehutanan
Indonesia banyak memiliki hutan. Hal
tersebut dikarenakan kondisi iklim yang
menunjang, yaitu beriklim tropis. Jenis hutan
yang ada di Indonesia adalah hutan hujan
tropis. Hutan menghasilkan sumber daya alam
melimpah. Di antaranya kayu, rotan, damar,
getah perca, dan getah agatis. Hasil hutan
tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan
perumahan, perabotan rumah tangga, industri,
dan sebagainya.
Industri pengolahan kayu terdapat di NAD dan Kalimantan Barat. Daerah penggergajian
kayu terdapat di Jambi, Kalimantan Selatan, Papua, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi
6. Pertambangan
Berbagai jenis barang tambang banyak
ditemukan di Indonesia. Kegiatan pertambangan
adalah kegiatan pengambilan sumber daya alam
dari dalam bumi. Jenis barang tambang yang
terdapat di Indonesia, antara lain minyak bumi, batu
bara, emas, perak, bauksit, bijih besi, dan
sebagainya. Barang-barang tambang tersebut
digunakan untuk kegiatan industri, transportasi, dan
sebagainya.
7. Perindustrian
Industri merupakan kegiatan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi. Bahan mentah
yang belum diolah tersebut diperoleh dari alam. Kegiatan perindustrian membutuhkan sumber
daya alam. Industri dapat menambah nilai guna barang. Indonesia memiliki industri yang
cukup berkembang.
Industri-industri tersebut di antaranya:
a) Alat-alat berat terdapat di Surabaya,
Jawa Timur.
b) Gas alam terdapat di Kalimantan
Selatan.
c) Kapal terdapat di Semarang, Jawa
Tengah.
d) Karet terdapat di Jambi, Jawa
Barat, dan Kalimantan Barat.
e) Kereta api terdapat di Madiun dan
Yogyakarta.
f) Pemintalan benang terdapat di
Jawa Barat (Patal Bandung), Jawa
Tengah (Patal Cilacap, Patal
Semarang, dan Patal Tegal).
g) Industri Pesawat Terbang Nusantara
(IPTN) terdapat di Bandung.