Senin, 29 November 2010

Sejarah pendidikan adalah sejarah mengajar dan belajar. Setiap generasi, sejak awal keberadaan manusia, telah berupaya untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan sosial, tradisi, moralitas, agama dan keterampilan kepada generasi berikutnya. lulus pada budaya juga dikenal sebagai enkulturasi dan pembelajaran sosial nilai dan perilaku adalah sosialisasi. Sejarah kurikulum pendidikan tersebut mencerminkan sejarah manusia itu sendiri, sejarah pengetahuan, keyakinan, keterampilan dan budaya umat manusia. Dalam masyarakat pra-melek, pendidikan dicapai secara lisan dan melalui observasi dan imitasi. Orang muda belajar secara informal dari orang tua mereka, keluarga besar dan orangtua grand. Pada tahap kemudian hidup mereka, mereka menerima instruksi yang bersifat lebih terstruktur dan formal, diberikan oleh orang tidak selalu berhubungan, dalam konteks inisiasi, agama atau ritual.
Karena kebiasaan dan pengetahuan tentang peradaban kuno menjadi lebih kompleks, banyak keterampilan akan belajar dari orang yang berpengalaman pada pekerjaan, di peternakan, pertanian, perikanan, persiapan dan pengawetan makanan, konstruksi, pekerjaan batu, pekerjaan logam, bangunan kapal , pembuatan senjata dan pertahanan, keterampilan militer dan pekerjaan lainnya.

Dengan perkembangan penulisan, menjadi mungkin untuk cerpen, puisi, pengetahuan, kepercayaan, dan adat untuk dicatat dan diteruskan lebih akurat kepada orang-orang di luar jangkauan pendengaran dan untuk generasi mendatang. Dalam banyak masyarakat, penyebaran melek huruf lambat; oralitas dan buta aksara tetap dominan untuk banyak penduduk selama berabad-abad dan bahkan ribuan tahun. Melek dalam masyarakat praindustri dikaitkan dengan administrasi sipil, hukum, perdagangan jarak jauh atau perdagangan, dan agama.Sebuah sekolah formal dalam keaksaraan sering hanya tersedia untuk sebagian kecil penduduk, baik di lembaga keagamaan atau untuk kaya yang mampu membayar untuk para pengajar mereka.. Universitas dikenal paling awal, atau tempat pendidikan tinggi, mulai mengajar milenium atau lebih yang lalu.

Universal pendidikan semua anak di keaksaraan telah menjadi perkembangan baru, tidak terjadi di banyak negara sampai setelah 1850 Masehi. Bahkan saat ini, di beberapa bagian dunia, tingkat melek huruf di bawah 60 persen (misalnya, di Afghanistan, Pakistan, Bangladesh). Sekolah, perguruan tinggi dan universitas belum satu-satunya metode pendidikan formal dan pelatihan. Banyak profesi memiliki persyaratan pelatihan tambahan, dan di Eropa, dari Abad Pertengahan sampai waktu terakhir, keterampilan dari perdagangan tidak umumnya belajar di ruang kelas, melainkan dengan melayani magang.

Saat ini, pendidikan formal terdiri dari sistematis, pengajaran instruksi dan pelatihan oleh guru profesional. Ini terdiri dari penerapan pedagogi dan pengembangan kurikulum.

Senin, 18 Januari 2010

protein

PROTEIN
Protein merupakan suatu zat makanan yang sangat penting agi tubuh. Istilah protein yan berarti “to take first place” yang berarti menduduki tempat yang terutama. Mulder pakar kimia dari belanda pada tahun 1938 berhasil mengisolasi susunan tubuh yang mengandung nitrogen dan menamakannya protein yang terdiri dari satuan dasarnya yaitu asam amino. Berdasarkan pngertian tersebut berarti protein tersusun oleh suatu rantai panjang asam-asam amino yang saling berhubungan oleh adanya ikatan peptide, yang terbentuk atas gugusan karboksil suatu asam amino dengan gugusan aminoasam amino lainnya.
a. Klasifikasi Protein berdasarkan fungsinya
Berdasarkan fungsi biologisnya protein diklasifikasikan menjadi 8 golongan, yaitu:
1. Enzim
2. Protein pembangun
3. Protein kontraktil
4. Protein pengangkut
5. Protein pengatur
6. Protein bersifat racun
7. Protein pelindung
8. Protein cadangan
b. Klasifikasi Protein menurut strukturnya
1. protein fibrosa
2. protein globulair
c. Klasifikasi protei menurut daya kelarutannya
1. Albumin: protein yang dapat larut dalam air, dan dapat dipresipitatkan dari larutan pada konsentrasi garam ang tinggi.
2. Globulin: protein ini umumnya tidak melarut dalam air yang basa garam, dan dapat melarut dalam larutan garam encer.
3. Glutelin :protei yang tidak dapat melarut dalam larutan netral, tetapi melarut dalam asam atau alkali encer.
4. Prolamine : protein yang melarut dalam 70-80% etanol dan tidak melarut dalam air atau etanol absolute.
Contoh: gliadin (dalam gandum), hordein (dalam barley), dan zein (dalam jagung).

Karakteristik Siswa Sekolah Dasar

Masa usia sekolah dasar sebagai masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari usia enam tahun hingga kira-kira usia sebelas tahun atau dua belas tahun. Karakteristik utama siswa sekolah dasar adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang, di antaranya, perbedaan dalam intelegensi, kemampuan dalam kognitif dan bahasa, perkembangan kepribadian dan perkembangan fisik anak.
Menurut Erikson perkembangan psikososial pada usia enam sampai pubertas, anak mulai memasuki dunia pengetahuan dan dunia kerja yang luas. Peristiwa penting pada tahap ini anak mulai masuk sekolah, mulai dihadapkan dengan tekhnologi masyarakat, di samping itu proses belajar mereka tidak hanya terjadi di sekolah.

Sedang menurut Thornburg (1984) anak sekolah dasar merupakan individu yang sedang berkembang, barang kali tidak perlu lagi diragukan keberaniannya. Setiap anak sekolah dasar sedang berada dalam perubahan fisik maupun mental mengarah yang lebih baik. Tingkah laku mereka dalam menghadapi lingkungan sosial maupun non sosial meningkat. Anak kelas empat, memilki kemampuan tenggang rasa dan kerja sama yang lebih tinggi, bahkan ada di antara mereka yang menampakan tingkah laku mendekati tingkah laku anak remaja permulaan.

Menurut Piaget ada lima faktor yang menunjang perkembangan intelektual yaitu : kedewasaan (maturation), pengalaman fisik (physical experience), penyalaman logika matematika (logical mathematical experience), transmisi sosial (social transmission), dan proses keseimbangan (equilibriun) atau proses pengaturan sendiri (self-regulation ) Erikson mengatakan bahwa anak usia sekolah dasar tertarik terhadap pencapaian hasil belajar.

Mereka mengembangkan rasa percaya dirinya terhadap kemampuan dan pencapaian yang baik dan relevan. Meskipun anak-anak membutuhkan keseimbangan antara perasaan dan kemampuan dengan kenyataan yang dapat mereka raih, namun perasaan akan kegagalan atau ketidakcakapan dapat memaksa mereka berperasaan negatif terhadap dirinya sendiri, sehingga menghambat mereka dalam belajar. Piaget mengidentifikasikan tahapan perkembangan intelektual yang dilalui anak yaitu : (a) tahap sensorik motor usia 0-2 tahun, (b) tahap operasional usia 2-6 tahun, (c) tahap opersional kongkrit usia 7-11 atau 12 tahun, (d) tahap operasional formal usia 11 atau 12 tahun ke atas.

Berdasarkan uraian di atas, siswa sekolah dasar berada pada tahap operasional kongkrit, pada tahap ini anak mengembangkan pemikiran logis, masih sangat terikat pada fakta-fakta perseptual, artinya anak mampu berfikir logis, tetapi masih terbatas pada objek-objek kongkrit, dan mampu melakukan konservasi.

Minggu, 10 Januari 2010

KAITAN SDA DENGAN SUMBERDAYA EKONOMI

Dalam hidupnya, manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhannya. Kegiatan manusia

dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya disebut dengan kegiatan ekonomi. Sumber

daya alam berkaitan dengan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi memanfaatkan

keberadaan sumber daya alam. Berikut adalah beberapa kegiatan ekonomi yang

memanfaatkan sumber daya alam.

1.PERTANIAN

Kesuburan tanah Indonesia baik

digunakan untuk kegiatan pertanian.

Indonesia dikenal sebagai negara

agraris. Oleh karena sebagian besar

penduduk bekerja di bidang pertanian.

Kegiatan pertanian berguna untuk

menyediakan kebutuhan pangan.

Tanaman yang diusahakan dalam

kegiatan pertanian, antara lain padi,

jagung, sayur mayur, dan sebagainya.

Penduduk juga menanami jagung dan

palawija. Produksi palawija diolah

menjadi makanan pelengkap. Contohnya,

jagung dibuat keripik. Ada pula produksi hortikultura yang ditanam di pekarangan rumah.

Hasilnya berupa buah-buahan, cabai, tomat, dan sebagainya

2.PERKEBUNAN

Kegiatan perkebunan juga memanfaatkan kesuburan tanah. Perkebunan yang ada di

Indonesia diusahakan oleh perorangan dan pemerintah. Hasil perkebunan di Indonesia

berupa kopi, teh, kelapa sawit, tebu, karet, kopra, dan sebagainya. Beberapa hasil tanaman

perkebunan itu ada yang dijadikan barang ekspor. Ekspor hasil pertanian tersebut

menghasilkan devisa bagi negara. Perkebunan dapat dikelola rakyat maupun swasta. Dalam

pengelolaan perkebunan dikenal Perkebunan Inti Rakyat (PIR). PIR banyak ditemui di Pulau

Sumatra.

3. Peternakan

Kegiatan peternakan

banyak diusahakan di Indonesia.

Peternakan mempunyai

peranan penting

dalam meningkatkan kesejahteraan

rakyat. Selain itu,

peternakan dapat menambah

penghasilan rakyat. Jenis

hewan ternak di Indonesia

cukup banyak. Hewan ternak

itu, antara lain sapi, kerbau,

kambing, ayam, burung, dan

sebagainya. Hewan ternak

tersebut umumnya menghasilkan

daging, susu, telur,

kulit, dan sebagainya.

4. Perikanan

Sebagian besar wilayah Indonesia berupa perairan. Perairan tersebut meliputi perairan

darat maupun laut. Kegiatan perikanan yang dilakukan di Indonesia meliputi perikanan darat

dan laut.

a. Perikanan darat

Usaha perikanan ini dilakukan di

perairan darat, seperti sungai, danau, kolam

dan empang. Jenis ikan yang dibudidayakan

adalah ikan mas, gurame, mujahir, tawas, lele,

dan sebagainya.

b. Perikanan laut

Wilayah perairan laut Indonesia yang luas

berpotensi menghasilkan ikan yang melimpah.

Jenis ikan laut yang ditangkap adalah tongkol,

tuna, bawal, kembung, teri dan sebagainya.

Saat ini tengah dikembangkan perikanan di

tambak pantai. Hal ini telah dilakukan di pantai

utara Jawa dan pantai timur Sumatra.

Hasilnya meliputi kerang, udang, dan rumput

laut.

5. Kehutanan

Indonesia banyak memiliki hutan. Hal

tersebut dikarenakan kondisi iklim yang

menunjang, yaitu beriklim tropis. Jenis hutan

yang ada di Indonesia adalah hutan hujan

tropis. Hutan menghasilkan sumber daya alam

melimpah. Di antaranya kayu, rotan, damar,

getah perca, dan getah agatis. Hasil hutan

tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan

perumahan, perabotan rumah tangga, industri,

dan sebagainya.

Industri pengolahan kayu terdapat di NAD dan Kalimantan Barat. Daerah penggergajian

kayu terdapat di Jambi, Kalimantan Selatan, Papua, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi

6. Pertambangan

Berbagai jenis barang tambang banyak

ditemukan di Indonesia. Kegiatan pertambangan

adalah kegiatan pengambilan sumber daya alam

dari dalam bumi. Jenis barang tambang yang

terdapat di Indonesia, antara lain minyak bumi, batu

bara, emas, perak, bauksit, bijih besi, dan

sebagainya. Barang-barang tambang tersebut

digunakan untuk kegiatan industri, transportasi, dan

sebagainya.

7. Perindustrian

Industri merupakan kegiatan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi. Bahan mentah

yang belum diolah tersebut diperoleh dari alam. Kegiatan perindustrian membutuhkan sumber

daya alam. Industri dapat menambah nilai guna barang. Indonesia memiliki industri yang

cukup berkembang.

Industri-industri tersebut di antaranya:

a) Alat-alat berat terdapat di Surabaya,

Jawa Timur.

b) Gas alam terdapat di Kalimantan

Selatan.

c) Kapal terdapat di Semarang, Jawa

Tengah.

d) Karet terdapat di Jambi, Jawa

Barat, dan Kalimantan Barat.

e) Kereta api terdapat di Madiun dan

Yogyakarta.

f) Pemintalan benang terdapat di

Jawa Barat (Patal Bandung), Jawa

Tengah (Patal Cilacap, Patal

Semarang, dan Patal Tegal).

g) Industri Pesawat Terbang Nusantara

(IPTN) terdapat di Bandung.